Showing posts with label Sport. Show all posts
Showing posts with label Sport. Show all posts

Sunday, October 25, 2009

10 PEMAIN TOP SEPAKBOLA YANG TAK PERNAH KE WORLD CUP!


Tentu menjadi harapan semua pemain di dunia bisa unjuk kebolehan di Piala Dunia. Namun siapa sangka jika ada beberapa pemain hebat justru gagal tampil di event empat tahunan itu.

Ya, Cristiano Ronaldo bersama Portugal mungkin terancam tak unjuk kebolehan di Afrika Selatan. Namun, winger Real Madrid ini lebih bernasib baik dibanding nama-nama besar macam dua pendahulunya, George Best dan Alfredo di Stefano.

Jangan tanya kiprah Best di Manchester United atau Alfredo di Stefano bersama Real Madrid. Keduanya telah menjadi legenda.

Tapi, itu tidak terjadi di timnas. Merek masuk dalam daftar pemain top yang tak merasakan Piala Dunia sepanjang karirnya. Berikut 10 pemain top yang tak pernah merasakan Piala Dunia seperti dilansir Mirror Football:

10. Paulo Di Canio
Di balik sikap temperamennya, Paulo Di Canio tetap diakui sebagai pemain dengan skill di atas rata-rata. Penyerang asal Italia ini selalu tampil impresif bersama West Ham United. Sayangnya, ia tak pernah dipanggil masuk timnas
Azzurri. Ditengarai sifat temperamennya itu yang membuat pelatih-pelatih Italia enggan memanggilnya. Dino Zoff, mantan pelatih Azzurri, pernah berkata, “karena saya telah cukup punya masalah, saya tidak ingin menambahnya lagi.”

9. Jari Litmanen
The Flying Finn telah memenangkan beberapa gelar Liga Belanda bersama Ajax Amsterdam termasuk Liga Champions pada 1995 silam. Tak hanya itu, Litmanen juga menduduki peringkat 3 dalam voting Pemain Terbaik Eropa 1995. Karir gemilangnya terus berlanjut bersama Liverpool. Piala FA, Worthington Cup dan gelar UEFA Cup pernah dirasakannya bersama The Reds. Tapi di timnas, ikan besar di klub itu terlihat seperti ikan kecil. Alhasil bersama Finlandia, Litmanen selalu menemui kegagalan melaju ke Piala Dunia.

8. Matt Le Tissier
Tiga golnya saat timnas Inggris mengalahkan Rusia rupanya tak mampu membuat terkesan Glen Hoddle. Pelatih timnas Inggris ini tetap meninggalkan Le Tissier ke Piala Dunia 1998 Prancis. Namun, Hoddle pantas menyesal setelah Inggris tersingkir dalam drama adu penalti kontra Argentina. Pasalnya, Le Tiss dikenal sebagai eksekutor ulung yang dimiliki Inggris.

7. Bernd Schuster
Berbagai trofi juga telah dipersembahkan Bernd Schuster saat masih bermain untuk Barcelona dan Real Madrid. Termasuk saat merengkuh juara Euro 1980 bersama Jerman Barat. Tapi, perselisihannya dengan Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) saat itu membuatnya ditinggalkan di Piala Dunia 1982. Schuster mundur dari timnas saat usianya 24 tahun.

6. Ian Rush
Dialah salah satu putra terbaik Wales. Mesin gol Anfield ini dianggap menjadi salah satu striker menakutkan bersama Liverpool. Namun, sinar terang Rush akan meredup di timnas. Ian Rush seakan berjuang sendiri di timnas.
Alhasil, Ian Rush tak pernah mencicipi Piala Dunia karena Wales selalu gagal lolos.

5. Eric Cantona
Siapa tak kenal Eric Cantona. Penyerang yang dikenal dengan tendangan kungfu ini menjadi nyawa permainan Manchester United saat itu. Sempat dipanggil ke timnas pada 1987, namun pelatih timnas Prancis saat itu Henri
Michel berselisih dengannya. Michel sendiri akhirnya dipecat setelah Prancis gagal meraih tiket ke Piala Dunia 1990 Italia dan Amerika Serikat 1994. Sedangkan di Piala Dunia 1998, Cantona terganjal skorsing karena tendangan
kungfu saat memperkuat MU.

4. George Weah
Saat membaca CV George Weah, tentu sederet prestasi dapat menunjukkan kehebatannya. Pemain Terbaik Eropa, tiga kali Pemain Terbaik Afrika, Pemain Terbaik Afrika Abad ini dan berbagai trofi bersama Paris Saint-Germain dan AC
Milan. Weah juga tercatat sebagai top skorer Liga Champions pada 1994/1995. Namun di timnas Liberia, Weah seakan berjuang sendiri. Alhasil, Weah gagal beraksi di Piala Dunia 2002.

3. Ryan Giggs
Senasib dengan pendahulunya Ian Rush, Giggs bak matahari tertutup awan. Penampilan fantastisnya di Manchester United tak mampu mendongkrak timnas Wales yang saat itu memang bukan kekuatan sepakbola. Sempat ditawari timnas Inggris, Giggs lebih memilih tak merasakan Piala Dunia dibanding harus mengkhianti tanah leluhur.

2. Alfredo di Stefano
Tiga negara memperebutkan sosoknya. Ya, Alfredo di Stefano memang tercatat sebagai satu-satunya pemain yang memperkuat tiga negara yakni Argentina, Kolumbia atau Spanyol. Bersama Argentina, ia gagal tampil di Piala Dunia 1950 dan 1954. Sedangkan di PD 1958, timnas Spanyol gagal melaju. Di Piala Dunia Chile 1962, Alfredo di Stefano mengalami cedera.

1. George Best
Dunia mengakui jika Pele, Diego Maradona dan George Best menjadi tiga pemain terbaik yang pernah ada. Namun, nasib menyedihkan harus diterima George Best. Di saat nama besar Pele dan Maradona telah dikultuskan dengan gelar Piala Dunia, tidak dengan Best. Mantan gelandang serang Irlandia Utara ini tak bisa mengangkat negaranya di pentas dunia. Irlandia tak mampu lolos ke Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Sumber:http://kumpulan-artikel-menarik.blogspot.com/2009/10/10-pemain-top-dunia-yang-tak-pernah-ke.html

Monday, October 5, 2009

10 ALASAN ARSENE WENGER MELEGENDA DI ARSENAL!



Menukangi sebuah klub besar selama 13 tahun bukan waktu yang pendek. Sejumlah prestasi dan cerita telah diukir Arsene Wenger di Arsenal.

Wenger telah merasakan beberapa gelar. Professeur asal Prancis ini juga piawai mencetak pemain hebat.

Mendarat di Inggris setelah menangani klub Jepang, Nagoya Grampus Eight pada 1996, Wenger mulai memenuhi lemari piala The Gunners. Sejumlah gelar pun telah diberikan untuk klub yang identik dengan logo meriam tersebut.

Kini pria 59 tahun itu telah dianggap sebagai salah satu legenda Arsenal. Situs Dailymail merangkum alasan Wenger layak mendapatkan predikat itu.

1. 1998, Double Winner Pertama
Di musim pertamanya, Wenger belum memberikan apa-apa. Baru di tahun keduanya setelah mengasuh Arsenal, ia mulai memberikan dua gelar.
Diperkuat Emmanuel Petit, Marc Overmars dan Nicolas Anelka, Arsenal sukses merengkuh dua titel sekaligus: Premier League dan Piala FA di tahun yang sama.
Di Premier League, Arsenal finis di dengan 78 poin, disusul Manchester United yang mengumpulkan 77 poin. Kemenangan 2-0 atas Everton melalui gol Overmars dan Anelka di Wembley Stadium menjadi sukses pertama Wenger merengkuh Piala FA.

2. 2004, Tak Terkalahkan
Musim 2003-2004 jadi musim terhebat yang diberikan Wenger untuk Arsenal. Selain merengkuh titel Premier League, ia juga sukses membangun tim yang tak terkalahkan sepanjang musim.
Sukses Thierry Henry dengan mencetak 30 gol sepanjang musim rupanya membawa angin segar buat pasukan Wenger. Ya, di musim itu Pasukan Meriam menang 36 kali, seri 12 kali dan tidak sekalipun menelan kekalahan.

3. 2002: Juara Piala FA dengan Mengalahkan Chelsea
Derby London terjadi dalam perebutan Piala FA. Namun, Arsenal sukses menekuk Chelsea 2-0 di Millenium Stadium, Cardiff.
Kenangan manis itu tercipta lewat gol Ray Parlour dan Sylvain Wiltord yang mengantarkan Arsenal menjuarai Piala FA untuk kedua kalinya di era Wenger.

4. 2002, Double Winner Kedua
Di tahun ini, Wenger kembali membuat rsejarah baru bagi klub favorit Ibu Suri Inggris itu. Selain menundukkan Chelsea di Piala FA, ia juga sukses menorehkan catatan baru juara, Premier League musim 2001-2002.
Ya, Arsenal mulus menuju tangga kemenangan dengan menang 26 kali, seri sembilan kali dan kalah sebanyak tiga kali.
The Gunners mengumpulkan 87 poin sepanjang musim. Kembali, nama Henry tertulis sebagai pencetak gol terbanyak dengan total 24 gol.

5. Sejak 1996, Arsenal Bertahan Sebagai Tim Elit
Sejak mendarat pada 1996, Wenger mengubah Arsenal menjadi tim yang selalu diperhitungkan di daratan Inggris. Pasukan Gudang Peluru terus mendominasi persaingan tim elit Inggris.

6. 1999-2007, Mencetak Pemain Bintang Seperti Henry
Henry ditarik Wenger ke Highbury Stadium setelah mengalami musim yang gagal ketika berseragam Juventus. Tapi, polesan tangan dingin Sang Arsitek, Henry berubah menjadi pemain bintang.
Buktinya, Henry telah mencetak 174 gol dalam 254 laga bersama Arsenal. Tentu, pemain plontos itu menjadi kesayangan fans The Gunners. Buktinya, kepergian pemain asal Spanyol itu ke Barcelona meninggalkan kesedihan mendalam.

7. 2001, Merekrut Sol Campbell, Bintang Tottenham Hotspur
Di tahun tersebut Wenger mengundang kontroversi. Ia mendatangkan Sol Campbell yang tidak lain adalah pemain kesayangan publik Tottenham Hotspurs yang juga rival sekota Arsenal.
Bersama Sol, Tottenham sempat menjalani tahun-tahun terbaiknya. Itu menjadi sejarah baru bagi klub yang kini ditukangi Harry Redknapp tersebut.

8. 1996-kini, Psy War dengan Alex Ferguson
Wenger selalu diingat dengan perang kata-kata kepada Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. Seperti yang telah terjadi, perang mulut panas terjadi sebelum pertandingan dimulai.
Kalimat Wenger yang sangat mengundang emosi Fergie: “Kalau program liga ditambah, tentunya Manchester United bisa menyelesaikan sisanya dan menjuarai segalanya.”

9. 1996-kini, Menyembunyikan Konflik Antar Pemain
Wenger rupanya pandai menyimpan hal yang tidak disukainya. Contoh, ketika Emmanuel Adebayor dan Nicklas Bendtner berseteru di tengah lapangan dan bertindak kekanak-kanakan. Tapi apa yang dikatakan Wenger?
“Saya tidak tahu apapun itu. Saya tidak melihatnya.”

10. 1996-kini, Mengandalkan Pemain Belia
Wenger dijuluki sebagai seorang profesor. Itu tak lain karena kepiawaiannya mencetak pemain belia hingga menjadi pemain bintang. Intuisi tajam Wenger terbukti saat merekrut Francesc Fabregas. Pemain asal Spanyol itu masih 16 tahun kala didatangkan ke Highbury Stadium.
Namun kini, Fabregas menjelma sebagai bintang Arsenal dan membuat banyak klub tertarik untuk meminangnya. Termasuk Barcelona, klub dimana Fabregas memulai karir sepakbolanya.
Rentetan nama lain pun siap menunggu untuk diorbitkan Wenger. Adalah Theo Walcott, Aaron Ramsey dan Jack Wilshere yang siap mengikuti jejak Fabregas. Dan tentu saja nama lain siap menunggu di belakangnya.

Sumber:http://15meh.blogspot.com/2009/10/10-alasan-arsene-wenger-melegenda-di.html

Tuesday, September 15, 2009

PEMAIN BOLA MENINGGAL SETELAH GOL BUNUH DIRI!



Seorang pemain sepak bola di Republik Ceko mendadak tewas setelah mencetak gol bunuh diri. Pemain itu diduga meninggal karena serangan jantung.

Kantor berita CTK menyebutkan, kejadian itu berlangsung ketika bek Michal Jezek membela tim kecil dalam sebuah kompetisi liga regional di distrik Kladno. Baru sembilan menit berjalan, bek 31 tahun itu melompat untuk membuang bola tapi justru membuat gawangnya terkoyak. Ia kemudian jatuh di lapangan dan tak sadarkan diri.

“Dia tampaknya tak punya masalah kesehatan sama sekali,” kata rekan satu tim Jezek kepada CTK.

Rekan-rekan Jezek kemudian memanggil paramedis dan ambulans datang beberapa menit kemudian. Namun, dokter tak mampu menyelamatkan nyawanya.

“Dia terkena penyakit serangan jantung dan sayangnya kami tidak mampu menyadarkannya kembali,” kata Tereza Janeckova, petugas di mobil ambulans, kepada situs idnes.cz.

Josef Horak, seorang dokter setempat, mengatakan, kematian itu bisa disebabkan oleh stres yang datang tiba-tiba termasuk kaget setelah mencetak gol bunuh diri. “Stres mendadak dapat memicu kejadian tersebut,” ujarnya.

Jezek meninggalkan seorang istri dan putri yang baru berusia enam bulan.

Sumber:http://reallife65.blogspot.com/2009/09/pemain-meninggal-setelah-membuat-gol.html